Balada Kaki

“Mbak, kaki kamu sudah bengkak/belum”

Itu pertanyaan yang tiba-tiba dilontarkan oleh salah satu teman kantor yang otomatis membuat saya langsung melihat ke bawah, ke arah bentuk kaki saya dong. Hmm, sepertinya sih belum ada perubahan yang signifikan dengan bentuk fisik saya, kecuali perubahan bentuk perut yang semakin buncit. Badan saya termasuk yang tidak begitu mengalami perubahan (baca: menjadi lebih gendut). Wajah saya bentuknya juga masih tirus, pipi saya juga tidak menjadi lebih chubby, hidung saya tidak berubah menjadi lebih gemuk,  jemari saya tidak berubah menjadi sebesar pisang susu. Intinya semua “aman terkendali”, hanya bentuk perut saja yang berubah.

Lalu bagaimana dengan kaki? Memang tidak menggendut secara signifikan sih, tapi terlihat sedikit ada perubahan di sana. Di sekitar tumit dan mata kaki yang dulunya tidak ada tampilan urat halus merah/ungu/kebiruan kini mulai muncul. Tampilannya tidak ‘ekstrim’ sampai uratnya keluar-keluar seperti varises, tapi cukup membuat saya sedikit khawatir. Kira-kira nanti bisa hilang nggak, ya? 😦

urat kaki

Akhirnya ketika kontrol, saya tanyakan juga problem yang berhubungan dengan kaki saya itu. Kata dokter itu termasuk hal wajar yang dialami oleh seorang ibu hamil, karena adanya perubahan berat badan. Jadi, yang sebelumnya badan saya enteng-enteng saja karena tidak sedang intens menyangga sesuatu, kini mengalami penyesuaian. Setiap harinya kaki mengalami penambahan beban yang pasti akan bertambah seiring dengan waktu. Dokter menyarankan agar saya menggunakan stoking yang agak tebal untuk membantu syaraf kaki menopang tubuh. Tidak harus yang berbentuk celana sih, cuma pilih stoking yang lebih tebal saja. Jadi ingat, dulu saya pernah hampir salah membeli stoking, yang saya ambil justru untuk penderita varises. Mungkin stoking semacam itu yang dimaksud oleh dokter saya.

Mama saya pernah cerita kalau tiap kehamilan itu punya hal-hal dan sisi unik. Setiap ibu hamil tidak mengalami hal yang sama selama hamil. Seperti sepupu dan ipar saya yang selama hamil kakinya menjadi bengkak, tapi untungnya setelah bayinya lahir, kaki mereka kembali normal. Hyaiyalah, masa mau bengkak abadi 😆

Semoga kaki saya pun begitu, ya… Bisa kembali normal tanpa tampilan urat-urat halus kemerahan.. *mengheningkan cipta*

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s