Tebak-tebak Buah Manggis

baby boy or girl

Ada hal unik yang saya alami semenjak hamil, yaitu sering jadi bahan tebak-tebakan oleh teman-teman di kantor. Ya, mereka sering menebak jenis kelamin bayi saya dilihat dari penampilan saya 😆 .

Kalau dulu, di kehamilan saya yang pertama, sejak bulan pertama kehamilan saya sudah yakin kalau bayi yang saya kandung akan berjenis kelamin perempuan. Saya lebih rajin merawat diri, kalau dandan pun terlihat luwes, dan orang-orang yang melihat saya pun langsung menebak kalau bayi saya nantinya adalah perempuan karena kata mereka saya jauh terlihat lebih cantik ketika hamil :mrgreen: . Ah, kayanya saya hamil nggak hamil juga tetap cantik kok 😆 . Dan hasil USG dokter pun menyatakan hal yang sama hingga bayi saya terpaksa harus dilahirkan karena dia meninggal di dalam kandungan dalam usia 6 bulan 10 hari.

Tapi untuk kehamilan yang kedua ini sejak awal kehamilan, entahlah feeling saya masih fifty-fifty, maksudnya tidak seyakin seperti kehamilan yang pertama. Penampilan saya cenderung tampak seperti bukan sedang hamil, banyak yang menyangka saya sedang sakit, tidak sesegar biasanya. Lebih sering menggunakan jaket (karena memang waktu itu cuaca sedang kurang bersahabat dengan kondisi badan saya di awal kehamilan). Kalau mual-mual sih iya, tapi tidak heboh muntah-muntah atau sampai tidak doyan makan, badan juga bawaannya terasa demam melulu; mungkin penyesuaian hormon karena adanya janin yang sedang tumbuh berkembang dalam rahim saya. Selera makan saya juga relatif tidak mengalami perubahan. Saya tetap doyan makan, tapi kalau harus memilih saya lebih suka mengkonsumsi makanan/buah yang manis. Kalau buah ya harus matang, tidak mau yang mengkal apalagi yang berasa asam. Badan saya juga tidak ada perubahan yang signifikan, bahkan kata orang-orang muka saya jadi terlihat lebih tirus. Banyak yang tidak notice kalau saya sedang hamil karena memang saya bukan bertambah gemuk, tapi cenderung kurus padahal berat badan saya cenderung naik secara rutin sekilo-sekilo selama kehamilan. Berat badan saya sempat turun 1,5 kg ding, tapi untungnya tidak berpengaruh pada berat badan bayi. Heran juga ya, lha wong nafsu makan saya normal kok malah berat badan turun 😥

Hingga saat ini usia kehamilan saya masuk di minggu ke-30 pun orang-orang masih berusaha menebak apa jenis kelamin bayi saya 😆 . Dari hasil USG 2 dokter di 2 RS yang berbeda sih kebetulan menyatakan hasil yang sama (sama juga dengan feeling saya yang mulai muncul) :mrgreen: . Sekadar gambaran umum saja, kulit saya berubah menjadi lebih cokelat, padahal biasanya cerah. Di sekitaran leher dan tengkuk warna kulitnya jadi agak kusam dan ada gurat-gurat kehitaman, padahal saya rajin peeling dan scrubing, lho. Tidak ada jerawat satupun yang tumbuh di wajah saya, intinya kulit saya baik-baik saja. Muka saya juga kecil-kecil saja, tidak ada yang membengkak termasuk hidung. Hanya saja pipi saya sudah terlihat sedikit lebih chubby ketimbang sebelumnya karena pengaruh berat badan yang sudah bertambah 10 kg. Tapi walaupun demikian, badan saya tidak menggemuk secara heboh, saya juga masih ‘punya’ pinggang; jadi, ‘penggelembungan’ secara signifikan hanya di sekitar perut saja. Soal busana, saya lebih suka memakai rok-rok terusan berwarna cerah (seperti fuschia, pink, biru, merah), kadang disertai dengan aksentuasi pita. Baru agak doyan dandan ketika kehamilan mulai masuk bulan ke-5. Di awal-awal kehamilan hingga akhir bulan ke-4, jadi malas keramas (tapi rajin mandi), untung rambut saya pendek; jangankan menyentuh maskara, pakai bedak saja rasanya sudah bagus. Tapi sekarang? Pakai make up lengkap dengan eye liner dan maskara seperti sebuah keharusan… Halaaah! 😆

Di kehamilan yang sekarang ini saya juga merasa jauh lebih mandiri, lebih berani ke mana-mana, tidak manja,dibandingkan dengan kehamilan sebelumnya. Kontrol ke dokter juga tidak harus ditemani suami, karena saya prefer kontrol di pagi hari sambil izin ke Pak Bos setelah saya menyelesaikan seluruh pekerjaan saya. Paling lama 2 jam saya sudah kembali ke kantor. Kenapa bukan kontrol di week end atau sore hari saja? Masalahnya, dia pulang kantor juga selalu malam. Kantornya ada di sekitaran Jakarta Utara, sedangkan rumah kami ada di Jakarta Timur, jika ditambah dengan macet dan lain-lain, sudah hampir bisa dipastikan sampai di rumah sekitar pukul 9 malam. Sudah bukan waktu yang efektif untuk mengantar saya konsultasi ke dokter. Bagaimana dengan week end? Kebetulan yang memegang posisi Building Specialist di kantor ya suami saya saja. Tanggung jawabnya bukan hanya meliputi aset kantor yang di Jakarta, tapi juga di luar Jakarta. Kalau dia harus dinas di hari kerja, sepulangnya dia dari luar kota pasti sudah banyak outstanding yang jadi tanggung jawabnya dan harus diselesaikan, jadi satu-satunya solusi sementara ini ya dia harus mengorbankan waktunya akhir pekan untuk menyelesaikan tanggung jawabnya yang ada di luar kota supaya bisa selesai semua; dan tentu saja kebersamaan dengan saya jadi sedikit berkurang. So, sama saja suami saya tidak bisa menemani juga, kan? Ya sudahlah tidak apa-apa, yang penting nanti pas lahiran dia harus menemani saya.

Ada kalanya semua butuh sedikit pengorbanan dan pengertian. Alhamdulillah bayi saya sepertinya sangat mengerti kondisi kedua orangtuanya. Sejak awal kehamilan dia tidak manja, tidak pernah ngidam yang aneh-aneh, dan tidak ada keluhan yang macam-macam. Buat saya yang paling penting adalah komunikasi dengan suami tentang hasil kontrol dan perkembangan bayi. Suami juga selalu saya ajak untuk rajin berkomunikasi dengan bayi melalui sentuhan, dan obrolan. Intinya adalah biarkan ayah dan anak menjalin komunikasi dengan bahasa mereka, biarkan mereka menjalin kedekatan dan membangun chemistry dengan cara mereka; walaupun dalam aktivitas kesehariannya lebih banyak bersama saya.

Alhamdulillah sejauh ini semua berjalan lancar. Insyaallah bayi saya tumbuh dan berkembang dengan sehat sempurna. Soal jenis kelamin, biar Tuhan saja yang mengatur. Mau dikasih perempuan ya alhamdulillah, dikasih laki-lakipun juga saya akan bersyukur; yang penting sehat 🙂

Jadi, balik lagi ke soal tebak-tebakan tadi; kalau dilihat dari ciri-ciri fisik yang sudah saya sebutkan tadi, calon bayi saya laki atau perempuan? :mrgreen:

 

sumber ilustrasi dipinjam dari sini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s