Ngrasemi

Akhirnya, saya merasakan juga yang namanya ngrasemi, rasa payudara dengan ASI yang penuh, tapi belum sempat disusukan ke bayi :(. Ternyata rasanya luar biasa, ya. Ya sakit, nyeri, pusing, bahkan badan saya pun meriang.

Awalnya, saya dan Alea memang ada jadwal kontrol ke rumah sakit selang 7 hari setelah lahiran. Saya ke dokter kandungan, Alea ke dokter spesialis anak. Selama di rumah sakit kebetulan memang Alea banyak tidur, dan saya baru sempat menyusui sesampainya di rumah, selang 3 jam kemudian.

Tapi apa daya, justru ketika sampai di rumah, seluruh badan rasanya sakit semua. Badan mendadak meriang panas dingin. Bahkan ketika saya mandi air hangat dengan maksud untuk merilekskan badan pun masih merasa kedinginan. Sementara itu Alea sudah mulai lapar dan minta menyusu. Ya Allah, begini ya ternyata rasanya ngrasemi itu 😦

Pelan-pelan saya kompres dengan air hangat sambil menggigil kedinginan. Beruntung ada adik ipar yang pernah mengalami hal yang sama dengan saya, dan dia berinisiatif mwncari daun sirih. saya sudah pasrah sajalah, mau dikasih daun sirih, atau dikompres biasa, pokoknya biar ngrasemi yang saya rasakan ini segera hilang, atau setidaknya berkurang. Ipar saya segera menempelkan beberapa lembar daun sirih yang telah dipanaskan sebentar di api dan diborehi dengan minyak kelapa ke payudara saya yang bengkak. Rasanya memang agak mendingan. Asinya keluar, dan bengkaknya pun berkurang.

Alhamdulillah akhirnya saya bisa menyusui Alea lagi, walaupun dengan badan yang masih setengah demam karena efek ngraseminya masih terasa. Mama saya cerita, dulu pun beliau mengalami hal yang sama ketika masih menyusui. Resepnya pun cukup dengan ramuan tradisional, yaitu asam Jawa yang dicampur dengan garam lalu diborehkan ke payudara yang bengkak.

Ada kata-kata Mama yang berkesan di tengah keluh dan tangis saya merasakan ngrasemi yang luar biasa menyiksa itu:

“Ya sudah, disyukuri. Itulah ‘nikmatnya’ menjadi seorang ibu. Ada banyak perempuan yang punya anak tapi nggak bisa menyusui karena banyak faktor…”

Lesson learned. Lain kali kalau sudah tahu mau pergi dalam jangka waktu yang agak lama, sempatkan untuk memompa ASI supaya ASI-nya tidak ‘ngendon’ di payudara.

Maklumlah newbie mommy. Masih perlu banyak belajar  😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s