Guilty Feeling

 

Sejak jadi ibu, otomatis aktivitas sehari-hari saya berubah drastis, termasuk jadwal me time. Pernah saya tuliskan di blog utama saya   , bahwa meluangkan waktu bersama Alea juga termasuk me time bagi saya (saking tidak banyaknya waktu bersama si kecil). Ketika harus meninggalkan si kecil dalam waktu lama di luar jam kerja saya yang harus bisa mengatur waktu, supaya urusan di luar tetap beres, tapi  tidak sampai kehilangan waktu bersama anak.

Ada cerita yang ‘nyesek’ juga sih kalau soal bagi waktu dan me time ini. Beberapa waktu yang lalu, niat hati sih pulang on time seperti biasa. Tapi teman-teman kantor mengajak hangout karaokean di Senayan City, karena kebetulan ada seorang teman yang baru kembali lagi tugas di kantor setelah sekian lama diperbantukan di kementerian lain. Saya pikir, okelah kalau cuma sejam aja, nanti saya tetap bisa menemani Alea sebelum dia bobo.

Nah, tapi tahu sendiri kan, kalau karaokean itu tidak akan cukup dengan waktu 1 jam saja, apalagi kalau jamaahnya banyak. Walaupun akhirnya saya pulang bersama suami yang kebetulan juga ada acara di Plaza Senayan, tetap saja ketika sampai rumah (pukul 20.00) sudah menjumpai Alea sudah pulas. Diam-diam ada rasa bersalah juga. Seharusnya pukul 6 sore saya sudah ada di rumah menemani dia main sebentar, membantu gosok gigi, dan menemaninya bobo.

Makin baper ketika Mama cerita kalau sejak pukul 17.30 sampai dia mengantuk, tiap kali ada suara orang yang membuka pagar, dia selalu bilang, “Itu Mama, Nan!”, padahal itu suara pagar tetangga yang mau masuk/keluar rumah. Lebih trenyuh lagi, ternyata malam itu dia menunggu saya pulang kantor sambil bernyanyi-nyanyi lucu di ruang tamu dan teras depan rumah. Killing time sampai saya datang :(. Dan, ketika ternyata saya tak kunjung datang di waktu-waktu seharusnya saya sudah ada di rumah, dia pun pasrah bobo dikeloni eyangnya karena matanya sudah tak kuasa menahan kantuk.Duh, jadi makin baper…

Ketika menjadi orang tua, ada saat di mana kita harus menurunkan ego. Ada waktu yang sementara harus kita luangkan untuk anak/keluarga. Bukan berarti ketika kita sudah menjadi orang tua, kita tidak lagi memiliki waktu untuk diri sendiri atau bersama pasangan, tapi lebih ke  skala prioritas sih. Toh mereka bergantung penuh kepada kita juga tidak lama kok. Suatu saat akan tiba masa di mana mereka akan menjadi dirinya sendiri, memiliki dunia sendiri, meminta waktu untuk diri mereka sendiri. Di situlah akan tiba masa kita merindukan saat mereka masih sangat bergantung pada kita.

“Your children need your presence more than your presents”
– Jesse Jackson –

Advertisements

One thought on “Guilty Feeling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s